Diposting Oleh Admin Medialink International
05 Januari 2019

Kategori Article

Masangin, Tradisi Permainan di Alun-alun Kidul Yogyakarta

Di tengah hiruk pikuknya Kota Jogja yang semakin tersentuh modernsasi, ternyata masih banyak mitos-mitos yang tetap dipercaya sekalipun oleh masyarakat modern. Salah satu mitos yang selalu membuat penasaran wisatawan lokal maupun manca di Jogja adalah mitos dari si beringin kembar di Alun-alun kidul, Yogyakarta.

 

 Keraton Yogyakarta di apit oleh dua buah alun-alun, yaitu alun-alun utara (Altar) dan alun-alun kidul (Alkid). Kedua alun-alun ini sama-sama memiliki dua buah beringin kembar yang berada di tengah alun-alun. Kedua beringin kembar tersebut dianggap sakral oleh masyarakat Yogyakarta. Namun, ada sebuah mitos yang membuat para pelancong/wisatawan yang lebih tertarik dengan beringin kembar di alkid.

Alun-alun kidul sendiri lokasinya tidak jauh dari keraton. Dari Keraton, berjalanlah ke arah selatan yang nanti akan melihat Plengkung Gading yang merupakan gerbang masuk alun-alun kidul.

Sejarah Pohon Beringin

Mengenai asal mula pohon beringin kembar tersebut, terdapat berbagai versi sejarah yang terdapat didalamnya. Ada yang mengatakan Sultan Hamengkubuwono I mempunyai putri yang cantik jelita yang membuat banyak lelaki terpikat akan kecantikannya serta ingin melamarnya. Untuk itu, Sultan pun memberi tantangan bagi siapa saja yang ingin melamar putrinya, yaitu harus melewati pohon beringin kembar dengan mata tertutup.
Menurut Sultan, hanya orang yang memiliki hati baik dan tulus yang dapat melewati beringin kembar dengan mata tertutup. Konon, yang berhasil melewatinya dan menjadi menantu Sultan hanyalah Prabu Siliwangi. Versi lain dari pohon beringin ini mengatakan beringin kembar digunakan sebagai pertahanan gaib untuk mengecoh pasukan Belanda yang ingin menyerang keraton agar mereka kehilangan arah.


Masangin sendiri adalah kegiatan berjalan melewati antara dua pohon beringin yang ada di tengah-tengah alun-alun selatan dengan mata tertutup.
Walaupun terlihat mudah, tetapi tidak semua orang bisa melewati tengah-tengah dua pohon beringin yang sebenarnya berjarak cukup lebar tersebut.Mitos yang berkembang di tengah masyarakat adalah mereka yang memiliki hati yang bersih dan niat baik yang bisa melalui tantangan tersebut. Selain itu bagi siapa saja yang bisa melewati tengah beringain tersebut, permintaannya akan mudah terkabul.

Di luar benar tidaknya mitos tersebut, Masangin adalah kegiatan yang seru dilakukan bersama teman maupun keluarga.

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar