Diposting Oleh Admin Medialink International
04 Februari 2019

Kategori Article

Tradisi tahun baru imlek

Tinggal satu hari lagi, warga Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek 2019. Mungkin beberapa di antara kamu masih belum tahu apa makna Imlek yang selama ini dirayakan oleh warga Tionghoa.

Perayaan Imlek di tahun ini dimulai pada hari selasa 5 Februari. Tanggal untuk Tahun Baru Imlek berbeda setiap tahun karena berdasarkan kalender lunar dan biasanya dirayakan antara 21 Januari sampai 20 Februari. Tahun Baru Imlek dihubungkan dengan Zodiak Cina sejak Periode Musim Semi Musim Gugur (771 sampai 476 SM).

Makna Imlek

Makna Imlek merupakan satu akar budaya, di mana saat perayaan itu berlangsung, seluruh keluarga berkumpul dan bersama-sama secara khusyuk mengenang leluhurnya.

Selama perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan sembahyang Imlek, sembahyang pada Thian, dan perayaan Cap Go Meh yang bertujuan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapatkan rezeki yang lebih banyak.

Selain itu, biasanya perayaan Imlek menjadi sarana silaturahmi dan bagi-bagi angpau untuk kerabat dan tetangga, serta menjamu para leluhur mereka.

  1. Tradisi Bersih-Bersih Rumah untuk Sambut Rejeki dan Keberuntungan di Tahun Baru

Tradisi Imlek satu ini adalah yang paling umum dilakukan warga Tionghoa. Membersihkan rumah sebelum memasuki hari pertama tahun baru Imlek dipercaya mampu mengundang keberuntungan dan rejeki ke dalam rumah.

  1. Tradisi Yu Sheng

Saat tahun baru Imlek tiba, salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah berbagai sajian makanan khas. Salah satu tradisi terkait kuliner Imlek yang unik adalah Yu sheng (yee sang)

Hidangan berupa salad ikan ini berisi berbagai irisan sayur segar dan disantap dengan cara diangkat setinggi-tinggi mungkin menggunakan sumpit sebagai bentuk harapan rejeki dan keberuntungan yang tinggi atau meningkat.

  1. Berkumpul Bersama Keluarga

Tak berbeda jauh dengan Hari Raya Lebaran, Imlek juga berorientasi pada kekeluargaan. Maka dari itu, jutaan orang Tionghoa di seluruh dunia akan berusaha untuk pulang menuju rumah masing-masing agar dapat berkumpul bersama ibu, ayah, dan saudara-saudara tercinta. Terutama untuk mereka yang tinggal atau bekerja jauh dari kampung halamannya, Imlek selalu menjadi waktu yang spesial.

 

  1. Tradisi Bagi-Bagi Angpao yang Ditunggu-tunggu

Tradisi unik khas tahun baru Imlek selanjutnya adalah tradisi membagi-bagikan Angpao (Hongbao) alias amplop merah berisikan uang kepada anak-anak.

Angpao umumnya dibagikan oleh setiap pasangan yang telah menikah kepada anak-anak kecil atau orang yang belum menikah sebagai bentuk doa untuk keberuntungan kepada di penerima.

  1. Sembahyang Imlek

Sembahyang Imlek sendiri sebenarnya merupakan suatu bentuk syukur, sekaligus doa dan harapan agar di tahun yang baru seluruh anggota keluarga mendapatkan rezeki dan kesehatan. Selain itu, sembahyang Imlek juga ditujukan untuk mengingat para leluhur bersama dengan keluarga besar. Ada banyak makanan yang biasa disajikan ketika sembahyang. termasuk yang paling terkenal adalah ikan bandeng, babi, jeruk, serta kue keranjang.

  1. Warna merah pembawa berkah

Dalam kepercayaan orang Tionghoa, arti warna merah dilambangkan sebagai keberuntungan dan juga menghindari diri dari nian, yaitu kepercayaan binatang buas yang datang untuk mengganggu manusia. Makanya, memakai baju merah dengan berbagai nuansa merah lainnya juga menjadi tradisi Imlek di Indonesia juga.

  1. Pantang Makan Bubur

Bubur dianggap sebagai salah satu simbol kemiskinan. Mengapa demikian? Karena pada zaman lampau bubur biasa dimakan ketika masa bencana terjadi. Oleh karena itu, kamu biasanya tidak akan menemukan orang Tionghoa menyantap bubur saat perayaan Imlek.

  1. Menonton Barongsai

Kamu pasti pernah kan, melihat tarian Barongsai baik secara langsung maupun di film? Tarian tradisional ini menggunakan kostum mencolok yang menyerupai seekor singa - dengan warna-warna mencolok seperti merah atau kuning yang dianggap memberikan kemakmuran dan keberuntungan.

Para Barongsai ini juga sering terlihat menari untuk mengusir "seekor naga" dikenal sebagai Nian yang dianggap sebagai lambang "roh jahat".

 

Follow us

  

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar