Diposting Oleh Admin Medialink International
07 Februari 2019

Kategori Article

Sejarah Candi Prambanan Menurut Legenda

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. ... Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO,candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang yang terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten.

Berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat, sejarah candi prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso sebagai prasyarat lamaran yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Dahulu di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang bertetangga, yakni Kerajaan Pengging dan kerajaan Baka.

candi prambanan

Kerajaan Pengging merupakan kerajaan yang amat subur dan makmur yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya, sosok seorang raja yang sangat arif dan bijaksana. Prabu Damar Maya mempunyai putra bernama Raden Bandung Bondowoso, seorang kesatria yang berjiwa besar yang sakti dan gagah perkasa.

Sementara itu, kerajaan Baka dipimpin oleh Prabu Baka, seorang yang terkenal kejam, buas, dan pemakan manusia. Dalam menjalankan pemerintahannya, Prabu Baka dibantu oleh seorang Patih bernama Patih Gupala yang tak lain juga seorang raksasa. Prabu Baka mempunyai seorang putri yang amat cantik. Putri tersebut bernama Roro Jonggrang. Karena memilki keinginan untuk memperluas daerah kekuasaannya, maka Prabu Baka bertekad merebut Kerajaan Pengging.

Prabu Baka beserta bala tentaranya berangkat menyerbu Kerajaan Pengging. Pertempuran dua kerajaan yang berbeda sosok pemimpinnya itu berlangsung hebat. Untuk dapat menaklukkan bala tentara Kerajaan Baka, maka Prabu Damar Maya mengirim putranya, Pangeran Bandung Bondowoso untuk bertempur melawan Prabu Baka.

Dikisahkan pula bahwa pertempuran antara keduanya berlangsung demikian hebatnya. Namun, berkat kesaktian Bandung Bondowoso, alhasil Prabu Baka berhasil ditumbangkan dan dibunuh. Mendengar Prabu Baka tewas, Patih Gupala pun melarikan diri dan kembali ke Kerajaan Baka. Mengetahui hal itu Pangeran Bandung Bondowoso malah mengejarnya. Dan pada saat itulah dia melihat Putri Roro Jonggrang yang cantik rupawan dan dia malah terpikat.

Tak lama kemudian, Bandung Bondowoso melamar Roro Jonggrang untuk menjadikannya istri. Roro Jonggrang pun mengajukan persyaratan yang amat mustahil untuk dikerjakan. Syarat pertama dia meminta dibuatkan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda.

Prasyarat kedua ia meminta untuk dibangunkan seribu candi dan wajib selesai dalam waktu semalam. Dengan kesaktian yang dimilikinya dan bantuan para jin, Bandung Bondowoso pun berhasil menuntaskan sembilan ratus sembilan puluh sembilan candi. Mendengar kabar tersebut Roro Jonggrang berupaya menggagalkan dengan membangunkan para dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk menumbuk padi dan juga membakar jerami di sisi timur, sehingga para jin menyangka pagi telah tiba. Para jin bahkan pergi karena hari telah pagi, sehingga Bandung Bondowoso gagal memenuhi syarat yang diajukan Roro Jonggrang.

Mengetahui semua itu merupakan hasil rekayasa Roro Jonggrang Bandung Bondowoso pun naik pitam dan murka seketika itu. Sehingga kemudian ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu dan menjadi arca menggenapi candi terakhir.

Nah Demikianlah sejarah Candi Prambanan berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat.

 

Follow Us

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar