Diposting Oleh Admin Medialink International
07 Februari 2019

Kategori Article

Mitos dan Misteri di Candi Borobudur

Siapa yang tak kenal candi yang satu ini, salah satu bangunan yang diakui UNESCO sebagai kejaiban dunia. Pasti semua yang datang ke Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini akan takjub melihat kemegahan arsitektur kuno yang berumur ratusan tahun ini. Candi yang menjulang tinggi dengan stupa dan relief yang terpampang di setiap sisi candi ini merupakan peninggalan penganut kepercayaan Buddha pada masa dinasti Syailendra (760 - 830 M). Candi ini sangat unik dan beda dari model situs candi Buddha lainnya di dunia mungkin hanya inilah satu-satunya di dunia. Dibalik keindahannya ternyata Candi Borobudur menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Berikut ini kita simak beberapa misteri yang menyelimuti Candi Borobudur.

  • Pembangunan Candi Borobudur

Yang masih menjadi misteri terbesar Borobudur hingga saat ini adalah proses pembangunan Borobudur itu sendiri. Bayangkan saja bagaimana cara orang jaman dulu yang notabene belum ada peralatan canggih bisa membuat mahakarya arsitektur tinggi hanya dari fragmen bebatuan bahkan tanpa pondasi tanam. Menurut para ahli arkeologi dulunya Borobudur hanya memiliki 1 stupa raksasa di antara 5 pagar langkan, namun karena massa stupa yang sangat besar otomatis memberikan tekanan besar dibawah yang bisa membuat tubuh candi runtuh maka dari itu diganti dengan 1 stupa di tengah dan 3 tingkat stupa disekelilingnya. Proses pembangunan Borobudur diperkirakan 75 - 100 tahun lamanya.

  • Kunto Bimo

kunto bimo adalah sebuah mitos yang dipercaya masyarakat sekitar candi Borobudur yang mengatakan bahwa siapa saja yang merogoh ke dalam sebuah stupa berongga (berterawang) dan dapat menyentuh bagian tertentu dari tubuh arca Buddha yang ada di dalamnya maka ia akan mendapatkan keberuntungan atau terkabul keinginannya.

Ada yang mengatakan bagi pria ia harus memegang jari manis namun ada yang mengatakan jari kelingking dari arca Buddha yang berada dalam posisi tangan (mudra) Dharmachakra (Pali: Dhammacakka – roda Dharma). Sedangkan bagi wanita ia harus memegang telapak kakinya atau tumit, namun ada yang mengatakan ibu jari kaki.

Karena mitos itu, arca Buddha tersebut dikenal dengan nama arca Kunto Bimo. Dan stupa yang menutupnya tersebut merupakan stupa berongga belah ketupat di lantai atau teras bundar pertama dari tingkat arupadhatu atau tingkat ke-7 dari 10 tingkatan candi, dan terletak di sebelah timur candi atau stupa pertama yang berada di sebelah kanan dari tangga pintu timur.

  • Singa Urung

Singa Urung merupakan bahasa Jawa yang berarti harimau gagal. Singa Urung berbentuk arca hewan harimau yang berada di sebelah kiri dan kanan tangga masuk candi. Mitos yang berkembang dimasyarakat ialah bahwa siapapun yang melewati atau menyentuh arca tersebut maka akan urung atau gagal sesuai dengan namanya. Sedangkan untuk pasangan kekasih dihimbau untuk menjauhi arca ini karna dapat berakibat fatal yang berakhir pada gagalnya hubungan mereka bisa putus, atau gagal menikah.(ingat!! Hanya mitos ya..)

  • Jam Raksasa

Selain berfungsi sebagai tempat beribadah agama buddha, Candi Borobudur diduga memiliki fungsi lain yang berhubungan dengan Astronomi. Didukung dengan adanya ukiran relief yang menggambarkan Bulan, Bintang dan Matahari. Candi ini mungkin adalah alat perekam gerakan langit. Selain itu bentuk simetris pada bangunan yang memiliki sisi sejajar dari arah gerakan matahari dari timur ke barat mengisyaratkan bahwa Candi Borobudur kemungkinan adalah suatu jam Matahari raksasa. Suatu jam alam yang mengandalkan sinar matahari. Stupa utama ditengah berfungsi sebagai jarum jam dan stupa kecil di sekelilingnya sebagai penanda. Sinar matahari menghasilkan bayangan untuk stupa besar dan akan melewati stupa-stupa dibawahnya namun masih belum diketahui pasti cara membaca waktu pada jam tersebut.

 

Follow Us

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar