Diposting Oleh Admin Medialink International
25 Februari 2019

Kategori Article

Prospek dan Potensi Wisata MICE di Yogyakarta Sangat Menjanjikan.

Kegiatan pameran berkelas nasional bahkan internasional sering diadakan di Yogyakarta. Tidak hanya di hotel kelas bintang, namun juga beberapa pusat perbelanjaan seringkali menjadi tempat pameran dan promosi pariwisata yang strategis, misalnya, Ambarukmo Plaza, Malioboro Mal dan Jogja Ekspo Center (JEC).

Jadi, prospek dan potensi wisata MICE di Yogyakarta sangat menjanjikan. Apalagi banyak instansi pemerintah/BUMN menggelar kegiatan pertemuan maupun pameran di Yogyakarta, dengan pertimbangan salah satunya adalah kotanya sangat kondusif, aman, nyaman dan fasilitas pameran sangat memadai.
Yogyakarta memenuhi standar sebagai kota wisata MICE. Fasilitas akomodasi, hiburan, cenderamata sangat mudah didapat. Selain itu biaya produksi pameran di kota ini sangat murah.Semakin banyak pameran digelar di Yogyakarta maka memiliki efek ganda yang sangat tinggi dan pertumbuhan ekonomi lokal makin meningkat. Selain itu Jogja Expo Center (JEC) sering digunakan sebagai ajang pameran berskala nasional maupun internasional karena tempat dan fasilitasnya dinilai cukup memadai.


Seperti saat ini di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada 35 hotel kelas bintang dan 835 hotel kelas melati. Bahkan, dalam waktu dekat akan dibangun lagi beberapa hotel kelas bintang yang baru, di samping yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Dengan bertambahnya jumlah hotel baik kelas bintang maupun nonbintang di daerah ini, bagi pengelola MICE dapat memperoleh banyak pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Iklim investasi yang kondusif di wilayah Provinsi DIY memang memberi dampak positif bagi pelaku pariwisata di daerah ini. Meski pasca-erupsi Gunung Merapi industri pariwisata DIY belum pulih 100 persen, minat investor dan pelaku pariwisata di daerah ini terus meningkat. Yogyakarta dinilai unik meskipun wilayahnya kecil, tetapi sarana-prasarana kegiatan pariwisata di daerah ini cukup lengkap, di antaranya mal, pusat perbelanjaan, pusat olahraga termasuk golf, serta infrastruktur transportasi, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus, juga sangat memadai. Selain itu, pusat produk kerajinan banyak tersebar di daerah ini, di antaranya kerajinan perak Kotagede, Kota Yogyakarta. Kerajinan gerabah di Kasongan dan kerajinan kulit di Imogiri, Kabupaten Bantul, serta kerajinan batik, dan masih banyak lainnya. Keuntungan mengadakan wisata MICE di Yogyakarta antara lain biaya relatif murah dan fasilitas pend ukung sangat lengkap.


Keuntungan mengadakan MICE di Yogyakarta salah satunya adalah biaya produksi yang murah dibanding mengadakan acara serupa di beberapa kota di Indonesia. Bagi penyelenggara dari luar kota mengadakan pameran di Yogyakarta juga memiliki banyak pilihan karena akomodasi, transportasi serta wisata pendukung seperti pusat belanja, kuliner juga tersedia. Daerah Istimewa Yogyakarta sampai kini masih menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Hal ini terlihat dari tren peningkatan kunjungan wisatawan selama 2018 dibandingkan selama 2017. Total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama 2018 mencapai 197.751 orang dan selama 2017 wisman berjumlah 169.565 orang. Sementara jumlah wisatawan nusantara mencapai 2.360.173 orang, sedangkan 2017 berjumlah 1.607.694 orang. Kondisi sosial DIY yang relatif aman, nyaman dan dukungan transportasi serta akomodasi yang memadai menjadikan DIY masih menjadi destinasi menarik bagi para wisatawan.

dikutip dari berbagai sumber

Editor : Elizah Wati

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar