Diposting Oleh Admin Medialink International
08 Maret 2019

Kategori Article

SEKILAS SEJARAH CANDI BOROBUDUR


Sahabat linkers, siapa nih yang belum pernah mendengar Candi Borobudur bisa di pastikan semua tahu, minimal pernah mendengar tentang Candi Borobudur. Ya Candi Borobudur adalah salah satu candi terbesar di Indonesia bahkan dunia. Keberadaannya yang menjadi salah satu dari keajaiban dunia menjadikannya dikenal di seluruh dunia terutama dikalangan para wisatawan dunia.
Lokasi Candi Borobudur sendiri terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Untuk alamat pasti dan lengkapnya, Candi Borobudur berada di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur sendiri berada di tengah-tengah dan sangat strategis. Candi Borobudur berada sekitar 100 km dari kota Semarang, jarak 86 km dari Surakarta dan berjarak 40 km dari DI. Yogyakarta.



Nama Borobudur sendiri berarti ‘Vihara Buddha Uhr’ yang berasal dari bahasa Sansekerta dan berarti Biara Buddha di bukit. Memang saat itu, Borobudur terletak di sebuah bukit.. Candi Borobudur menjadi Candi Buddha yang tertua karena di bangun jauh sebelum Candi Angkor Wat di Kamboja yang masih baru dibangun kira-kira pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II.


Menurut catatan sejarah, Candi Borobudur diperkirakan mulai dibangun pada masa penganut ajaran Buddha Mahayana tepatnya sekitar tahun 750-800 an Masehi. Pada abad ke-9 yang mana saat itu wilayah Magelang saat ini dikuasai oleh Dinasti Syailendra yang dipimpin oleh Raja Samaratungga. Raja bertitah untuk membangun sebuah pembangunan Candi yang kala itu dipimpin oleh seorang arsitek bernama Gunadharma. Tanpa bantuan kecanggihan teknologi masa kini, Gunadharma menggambar Candi Borobudur yang luasnya mencapai ratusan meter persegi itu. Dari pembangunan tersebut, Borobudur dapat diselesaikan dalam waktu 50-70 tahun kemudian. Yang mana konon Gunadharma sendiri tidak melihat hasil akhirnya. Dalam sejarah singkat Candi Borobudur di masa kolonialisme Belanda, yakni tepatnya pada tahun 1814, Sir Thomas Stamford Raffles berhasil mengungkap keberadaan Candi Borobudur. Raffles mendapat informasi bahwa ada sebuah bangunan besar yang tertimbun abu vulkanik di Jawa.


Terhitung, Borobudur terlupakan hingga 10 abad lamanya hingga ditemukan oleh Raffles. Kondisi dari Borobudur yang sempat terlupakan saat itu tak hanya tertimbun abu vulkanik saja namun juga dipenuhi dengan semak belukar sehingga tidak terlihat bentuk dan rupanya yakni berantakan dan terpendam sebagian.
Candi Borobudur memiliki tinggi yang mencapai 42 meter namun saat ditemukan dan hingga kini tingginya adalah 34,5 meter saja. Ada tingkatan yang memang terkubur dan dibiarkan terkubur karena alasan menguatkan pondasi candi dan yang kedua adalah karena tingkatan terbawah memiliki gambar panel hubungan suami istri.
Hingga pada akhirnya ditemukan dan dilakukan pemugaran serta berbagai usaha rekontstruksi candi yang dimulai sejak saat penjajahan Inggris dan juga Belanda. Pemugaran semenjak Indonesia merdeka pun terhitung dalam sejarah singkat Candi Borobudur baik dari usaha dalam negeri hingga dari berbagai belahan dunia.
Sejarah menyebutkan, pastinya, Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Sedangkan untuk asal-usulnya, Candi Borobudur pun masih diliputi misteri dan menyebabkan banyak pertanyaan mengenai siapa pendiri awalnya.


Meskipun kini Candi Borobudur tidak lagi masuk dalam 7 keajaiban dunia, namun Borobudur tetap masuk dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 setelah restorasi panjang terhadap candi Buddha terbesar di dunia ini. Borobudur juga masuk dalam daftar memori dunia, diusulkan bersama Cerita Panji, Gerakan Non-Blok, dan Tsunami Aceh.
Sedangkan 4 dokumen yang telah masuk dalam daftar Memori Dunia milik UNESCO dari Indonesia adalah I La Galigo dari Sulawesi, Negarakertagama, Babad Diponegoro, serta Konferensi Asia-Afrika. Menunjukkan betapa kayanya sejarah dan budaya Indonesia pada dunia.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Elizah Wati

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar