Diposting Oleh Admin Medialink International
09 Maret 2019

Kategori Article

Sekilas Sejarah Candi Perambanan


Sahabat linkers, ada yang belum tahu tentang Candi Perambanan? Tentu saja semua tahu. Ya memang hampir semua orang tahu tentang Candi Perambanan atau minimal sudah pernah mendengar atau melihat di televisi ataupun media lainnya.
Seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki banyak candi yang dijadikan UNESCO sebagai situs warisan dunia. Selain Candi Borobudur, ada juga wisata Candi Prambanan yang dijadikan warisan budaya dunia sejak tahun 1991. Seindah apa situs bersejarah itu? Kita akan bahas di sini.


Candi Prambanan merupakan candi tercantik di dunia peninggalan Hindu terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih berjarak 17-20 kilometer di sebelah timur Yogyakarta. Candi induk pada kompleks candi Prambanan mengarah ke timur, dengan tinggi candi mencapai 47 meter. Berdasarkan Prasasti Siwagrha, sejarah candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh raja-raja dari Dinasti Sanjaya tepatnya oleh Rakai Pikatan yang kemudian diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram. Pembangunannya ditujukan untuk memberi pernghormatan pada Tri-Murti yakni tiga dewa utama dalam agama Hindu.
Terjadinya beberapa kali bencana alam seperti gempa bumi dan meletusnya gunung Merapi serta adanya perpindahan pusat pemerintahan Dinasti Sanjaya ke Jawa Timur telah menghancurkan kompleks candi Prambanan. Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi pulau Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Oleh UNESCO sejak tahun 1991 silam, candi ini ditetapkan sebagai cagar budaya dunia yang harus dilindungi keberadaanya. Candi Prambanan ini memiliki ketinggian 47 meter atau lebih tinggi 5 meter dari candi Borobudur.
Candi Prambanan disebut juga Candi Rorojongrang karena terkait oleh sebuah legenda yang konon diyakini oleh sebagaian masyarakat jawa. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang bernama Rara Jongrang. Karena sang putri tidak kuasa untuk menolak cintanya maka sang putri mengajukan syarat yang harus di penuhi Bandung Bondowoso yaitu membuat candi dengan jumlah 1.000 arca dalam waktu semalam. Permintaan Roro Jongrang tersebut disanggupi dan hampir terpenuhi pada suatu malam sampai akhirnya Roro Jongrang meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi agar memacing ayam jantan supaya berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Tetapi Bandung Bondowoso tahu kalau dicurangi yang pada waktu itu sudah menyelesaikan 999 arca, yang selanjutnya mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1.000.

Struktur candi Prambanan menggambarkan kepercayaan dalam agama Hindu yaitu Trimurti. Komplek candi Prambanan mempunyai 3 candi di halaman utama yaitu candi Siwa, candi Brahma dan candi Wisnu. Setiap candi utama mempunyai satu candi pendamping. Untuk candi Siwa didampingi candi Nandini, untuk candi Brahma didampingi candi Angsa dan untuk candi Wisni didampingi candi Garuda.
Relief yang terpahat pada dinding candi Prambanan menceritakan kisah Ramayana. Terdapat juga relief pohon Kalpataru, dimana umat Hindu menganggap pohon tersebut melambangkan kelestarian, kehidupan dan keserasian. Keberadaan pohon tersebut menggambarkan masyarakat jawa pada waktu itu mempunyai kesadaran dalam melestarikan lingkungannya.
Dibalik cerita sejarah yang melegenda, Candi Prambanan menyimpan keindahan dan kemegahan yang luar biasa tidak kalah dengan lain yang lebih besar. Keindahan Candi Prambanan mampu menyedot wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, terlebih saat musim liburan Candi Prambanan seakan menjadi destinasi wajib jika anda berwisata di Jogja. Terdapat suatu pertunjukan yang tidak kalah populer yaitu pertunjukan Ramayana Ballet atau Sendratari Ramayana, pertunjukan ini mengambil alur cerita dari relief yang berada di Candi Prambanan yang menceritakan kisah Ramayana. Pertunjukan ini dibuka untuk umum setiap malam dan memiliki jadwal tertentu.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Elizah Wati

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar