Diposting Oleh Admin Medialink International
11 Maret 2019

Kategori Article

Sekilas tentang pemakaman Raja Raja di Imogiri Yogyakarta

 

Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks permakaman yang berlokasi di Imogiri, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Permakaman ini dianggap suci dan kramat karena yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram.

Memilih perbukitan yang dinamai Pajimatan Girirejo untuk membangun makam raja ternyata mempunyai cerita sejarah sebelumnya. ... Pada tahun 1632 M, kompleks makam Imogiri mulai dibangun oleh arsitek yang bernama Kyai Tumenggung Tjitrokoesoemo atas perintah dari Sultan Agung.

Konon, Sultan Agung sudah mempersiapkan makam tersebut sebelum dirinya wafat. Di kerajaan Mataram Islam, tersebutlah raja bernama Sultan Agung Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan nama Sultan Agung. Ia merupakan raja ke-3 Krajaan Mataram islam yang terkenal arif dan bijaksana. Di bawah kepemimpinannya, rakyat Mataram senantiasa hidup aman, tenteram, dan makmur. Itulah sebabnya, ia sangat dicintai dan dihormati rakyatnya. Selain kharismatik, Sultan Agung memiliki kesaktian yang tinggi. Konon, ia mampu ke Mekah secara gaib untuk Sholat Jumat di sana. Karena seringnya ke Mekah, Sultan Agung kenal baik dengan beberapa ulama di sana, baik ulama Arab maupun ulama dari Indonesia yang sedang berada di Mekah.

 

 

Apa menariknya makam raja-raja di Imogiri?

  • Membuat kita mengerti sejarah. Makam Imogiri merupakan komplek makam bagi raja-raja Mataram dan keluarganya yang berada di Ginirejo Imogiri kabupaten Bantul. Makam ini didirikan antara tahun 1632 - 1640M oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, Sultan Mataram ke-3, keturunan dari  Panembahan Senopati, Raja Mataram ke-1, dan merupakan bangunan milik keraton kasultanan.
  • Selain belajar sejarah, bisa digunakan untuk ziarah. Selain menjadi tempat wisata sejarah, Makam Imogiri juga menjadi tempat wisata religius, yaitu sebagai tempat ziarah. Pada bulan Suro menurut kalender jawa, di makam ini dilaksanakan upacara pembersihan "nguras" Padasan Kong Enceh.
  • Konstruksi bangunan Makam Imogiri unik karena terbuat dari batubata. Bangunan - bangunan yang ada di komplek makam lmogiri adalah : masjid, gapura, kelir, yaitu sebuah bangunan pagar tembok yang berfungsi sebagai aling-aling pintu gerbang serta Padasan. Padasan merupakan tempat berwudlu/bersuci dan biasanya disebut enceh atau Kong. Enceh-enceh ini diisi setahun sekali pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon yang pertama di bulan Suro dengan upacara tradisi khusus. Nisan digunakan untuk wanita biasanya bagian atasnya tumpul atau membulat , nisan untuk pria bagian atasnya runcing. Nisan-nisan di komplek makam ini di bagi dalam 8 (delapan) kelompok makam serta kolam yang terletak di halaman depan masjid.

 

 

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar