Diposting Oleh Admin Medialink International
08 Mei 2019

Kategori Article

apa saja sih yang terjadi dalam tubuh kita saat berpuasa

Umat muslim diwajibkan untuk membatasi makanan, minuman, dan kebiasaan merokok saat sedang berpuasa. Di luar sisi agama, ada beberapa pertanyaan yang timbul tentang puasa, terutama mengenai apakah puasa bermanfaat bagi kesehatan dari segi medis. Untuk menjawabnya, kita harus mengenal hal-hal apa saja yang terjadi di dalam tubuh selama kita berpuasa.

Menjalani ibadah puasa tentu mengakibatkan perubahan pada gaya hidup sehari-hari. Asupan makanan dan minuman berkurang, waktu tidur juga nggak selama biasanya.
Dengan segala perubahan itu, pernahkah kamu bertanya-tanya tentang manfaat puasa bagi kesehatan jika ditilik dari segi medis? Nah, untuk itu kita harus mengenal apa saja yang terjadi di dalam tubuh selama kita berpuasa.

  • Kadar Lemak dan Kolesterol Menurun


Pada kondisi normal, glukosa tubuh tersimpan di liver dan otot sebagai sumber energi utama. Selama puasa, simpanan glukosa inilah yang akan dibakar pertama kali oleh tubuh untuk memasok energi bagi tubuh kita, sehingga kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa.
Setelah glukosa habis, maka lemaklah yang akan menjadi sumber energi selanjutnya. Meskipun sebenarnya penyimpanan glukosa di liver tidak dihabiskan penuh, tapi masih ada sisanya yang digunakan sebagai cadangan energi jika dibutuhkan sewaktu-waktu atau untuk melakukan fungsi lain di dalam liver.

  • Timbulnya Mata Cekung Atau Lingkaran Hitam


Puasa Ramadan terkadang membuat pola tidur berubah. Perubahan jam biologis tubuh terjadi karena harus bangun untuk sahur. Tidak jarang hal ini menyebabkan seseorang jadi kurang tidur. Terlebih jika yang bersangkutan bangun terlalu dini. Karena itulah, sebenarnya kita dianjurkan mengakhirkan waktu sahur.
Tubuh yang kurang tidur serta kelelahan, biasanya membuat mata menjadi cekung atau muncul lingkaran hitam di mata. Untuk membuat mata cekung kembali terlihat segar, bisa diberikan kompres pada mata selama 15 menit.

  • Tubuh Mengalami Proses Detoksifikasi


Proses detoksifikasi juga terjadi dalam tubuh saat puasa. Berbagai macam toksin (racun) yang tersimpan dalam lemak terpecah dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Setelah beberapa hari berpuasa, ada hormon yang meningkat yaitu endorfin. Hormon yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini menyebabkan perbaikan kewaspadaan, daya kognitif, dan kesehatan mental.
Namun, pembatasan asupan cairan bisa menyebabkan tubuh kita kehilangan beberapa elektrolit tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Attarzadeh Hosseini SR pada tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat penurunan komposisi air dan potasium selama puasa.Pembatasan cairan ini sendiri sebetulnya sudah tergantikan oleh fungsi ginjal yang sangat efisien mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga kita tidak akan jatuh dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.

Yang terjadi pada organ tubuh saat kita berpuasa

untuk melihat beberapa perubahan fungsi organ selama kita puasa, yuk, kita perhatikan penjelasan berikut ini.

  • Usus besar

Penyerapan air dikontrol untuk menjaga keseimbangan cairan.

  • Usus kecil

Produksi olahan makanan berhenti, proses penyerapan nutrien berhenti dan hanya terdapat gerakan reguler usus kecil tiap 4 jam.

  • Pankreas

Dalam keadaan normal, pankreas berfungsi memproduksi insulin, sebuah hormon yang merubah glukosa dari makanan agar dapat disimpan sebagai cadangan energi. Selama puasa, produksi insulin berhenti dan hormon ini memberitahu liver untuk memecah penyimpanan glukosa yang ada pada liver. Produksi digestive juice pun menurun.

  • Mulut

Produksi kelenjar air liur tetap bekerja untuk mencegah mulut jatuh pada kondisi kering. Hal ini untuk menurunkan kemungkinan bau mulut.

  • Lambung


Produksi asam lambung menurun. Hal ini untuk mencegah terkikisnya dinding lambung oleh asam karena tidak adanya makanan yang digiling, sehingga luka lambung dapat terhindarkan.

  • Liver

Memecah penyimpanan glukosa sebagai sumber energi pertama.
Kantung empedu
Memekatkan cairan empedu untuk persiapan metabolisme lemak pada saat berbuka.

Nah... Apapun yang nantinya terjadi pada tubuhmu saat puasa, yang terpenting adalah tetap mengkonsumsi makanan dan minuman yang seimbang. Asupan makanan sebaiknya terdiri dari makanan sumber energi, seperti makanan yang punya cukup karbohidrat dan lemak. Begitu pun asupan cairan, terutama konsumsi air putih.

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar