Diposting Oleh Admin Medialink International
23 Mei 2019

Kategori Article

Efek dan Bahayanya Tidur Setelah Sahur/Makan

Umat Muslim yang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan pasti sudah terbiasa melakukan santap sahur dini hari, sekitar pukul 3 atau 4 pagi. Biasanya mereka tidur setelah sahur, karena rasa kantuk disebabkan tubuh sibuk mencerna makanan.

Kebiasaan langsung tidur setelah santap sahur ternyata bisa menyebabkan beberapa penyakit yang mengganggu kesehatan, berikut di antaranya:

  • Obesitas

Obesitas bukan hanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan porsi berlebih secara rutin.
Ternyata obesitas juga bisa dialami oleh orang yang terbiasa tidur setelah selesai makan, termasuk setelah sahur.
Hal tersebut bisa terjadi karena saat tidur kalori yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk.
Akibat dari kebiasaan ini bisa menyebabkan pembengkakan lemak dalam tubuh.

  • Diabetes

Ketika tubuh sudah mengalami obesitas, besar kemungkinan tubuh juga akan terkena risiko penyakit diabetes.
Hal ini bisa terjadi akibat adanya lemak dan kalori yang menumpuk dalam tubuh.
Biasanya lemak yang terkumpul dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan fungsi organ lain termasuk pankreas.

  • Risiko Jantung

Selain diabetes, obesitas juga bisa menyebabkan risiko penyakit jantung.
Lemak dan kalori yang menumpuk di dalam tubuh akan menyumbat pembuluh darah.
Semakin sering tidur saat sahur maka semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung.

  • Gastroesofhageal Refluks Disesase (GERD)

Hati-hati, tidur setelah sahur meningkatkan risiko terjadinya GERD, yaitu naiknya asam lambung ke area kerongkongan. Hal ini terjadi terutama pada Anda yang memiliki riwayat sakit mag.
Ketika tidur sistem pencernaan akan sulit mengolah makanan yang dikonsumsi saat sahur. Akibatnya lambung memberikan respons pada tubuh untuk meningkatkan produksi asam lambung agar proses pencernaan berjalan dengan cepat.
Selain itu, pada waktu tidur, klep yang menghubungkan lambung dengan kerongkongan akan menjadi longgar, sehingga asam lambung mudah kembali naik ke area kerongkongan.

  • Heartburn

Tidur setelah sahur begitu terasa nyaman, tetapi hal ini menyebabkan heartburn yang dapat menyebabkan masalah tidur. Heartburn terjadi karena produksi asam lambung berlebihan yang menyebar dari lambung naik ke tenggorokan atau dada.
Asam lambung yang menuju ke organ bagian atas menyebabkan sendawa dan terasa asam di mulut. Sakit maag juga terkait dengan bersendawa sehingga membuat Anda bisa tidur lebih nyenyak.

  • Stroke

Sebuah penelitian di Yunani yang menyimpulkan bahwa tidur setelah sahur menyebabkan peningkatan risiko stroke. Sebuah penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Ioannina yang mencakup sekitar 500 peserta yang 250 di antaranya mengalami stroke sebelumnya, sementara 250 orang lainnya didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut sebagai sindrom Koroner Akut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur setelah empat hingga lima jam makan memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Teori-teori yang terkait dengan temuan ini termasuk bahwa asam lambung berhubungan dengan sleep apnea yang mungkin menyebabkan stroke.
Sementara menurut penelitian lain, ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan dan jika Anda tidur setelah makan, ada kemungkinan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang mengarah pada peningkatan risiko terkena stroke.

  • Asam lambung

Asam lambung terjadi karena letak katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak menutup. Asam lambung bergerak menuju tenggorokan dan membuat tubuh merasakan sensasi terbakar.
Jika kondisi ini tidak segera diobati, kemungkinan akan menyebabkan kerusakan pada selaput lendir tenggorokan yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

 

Berapa lama harus menunggu untuk tidur setelah sahur?
Sekarang Anda sudah tahu bahaya tidur setelah sahur bagi kesehatan, dan pertanyaannya adalah berapa jam sebelum tidur Anda harus berhenti makan.
Waktu yang disarankan untuk tidur setelah sahur adalah sekitar dua hingga tiga jam. Ini akan memberi tubuh Anda cukup waktu untuk mencerna makanan dalam posisi tegak, serta menghindari berbaring dengan perut yang telah terisi penuh oleh makanan besar.

salam wisata dan salam sehat

Dikutip dari berbagai sumber

 

Terkait Berita Terkait

Komentar 0 Komentar :

    Komentar